Abbi Angkasa Perdana - 4 Pengusaha Yang Tertarik Dunia StarUP daripada Perusahaan Besar

4 Pengusaha Yang Tertarik Dunia Start UP daripada Perusahaan Besar

Mendapatkan pekerjaan setelah lulus dari perguruan tinggi tentu merupakan salah satu tujuan dari beberapa lulusan baru. Sayangnya dengan tingkat kelulusan yang tinggi, SDM tidak sebanding dengan lowongan pekerjaan yang ada. Beberapa pelamar memilih untuk melamar pekerjaan di perusahaan yang sedang berkembang daripada yang besar seperti startup. Sebuah startup dapat menjadi batu loncatan Anda untuk membangun perusahaan besar Anda sendiri di masa depan. Bekerja di startup adalah pilihan lulusan baru saat ini karena selain mampu memberikan pengalaman bisnis juga mengasah kemampuan mereka sendiri.

Berikan Lebih Banyak Peluang Pengembangan

Jika di perusahaan besar Anda akan mendapatkan pelatihan dan diajarkan cara mengikuti budaya kerja di perusahaan, maka startup bekerja sebaliknya. Anda tidak hanya menangani satu area di perusahaan startup. Akan ada banyak kesempatan bagi Anda untuk mempelajari beberapa hal yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya. bekerja di startup memberi Anda ruang dan waktu untuk mengembangkan keterampilan Anda lebih baik.

Lebih bertanggung jawab

Anda juga akan diajarkan bagaimana bertanggung jawab atas pekerjaan yang Anda lakukan. Tidak banyak karyawan dalam startup sehingga Anda akan terbiasa mengambil tanggung jawab. Peluang seperti ini akan mengajarkan Anda untuk lebih berani dalam mengambil keputusan dan tidak takut akan tantangan. Peluang untuk berinovasi bukan lagi impian tanpa memandang usia dan pengalaman kerja Anda.

Pembawa Perubahan Bukan Pengikut

Ini adalah hal yang baik tentang bekerja di startup. Anda tidak takut akan perubahan. Anda sendiri bukan pengikut yang hanya bisa mengikuti kebiasaan itu. Zaman telah berubah, sehingga cara kerja menjadi lebih mudah dengan kemampuan teknologi yang semakin andal. Dijamin tidak merasa bosan bekerja di startup.

Di mana Anda Diakui

Bekerja saat start-up tidak membatasi karyawannya untuk menghasilkan ide-ide segar. Meskipun Anda masih dalam satu hari, Anda masih diberi kebebasan berpendapat. Bisa dibilang pada mulanya pekerjaan Anda lebih dikenal. Selain itu, aturan kerja tidak terlalu ketat dan umumnya memberi karyawan lebih banyak ekspresi.

4 Pengusaha Memulai Indonesia

Meskipun telah ditawari gaji tinggi di perusahaan besar, 4 pebisnis ini benar-benar meninggalkan zona aman mereka. Mereka malah memilih untuk membangun start up sendiri tanpa takut risiko gagal.

Natali Ardianto

Dia adalah lulusan IT dari UI yang sekarang adalah pendiri Tiket.com. Tiket.com adalah startup yang didirikan pada tahun 2011. Sebelumnya ia juga mendirikan urbanesia dan golfnesia tetapi tidak dapat berkembang sehingga terhenti di tengah jalan. Meski begitu Tiket.com telah dikenal sebagai platform penyedia layanan transportasi terkemuka di Indonesia.

Aulia Halimatussaidah

Anda suka menulis buku, jadi Anda harus tahu nulisbuku.com. Pendirinya adalah pencinta teknologi yaitu Aulia Halimatussaidah, lebih dikenal sebagai Ollie. Nulisbuku adalah platform pertama yang mampu menerbitkan sendiri secara online di Indonesia. Melalui platform ini penulis dapat mencetak dan menerbitkan buku mereka sendiri.

Juny Maimun

Sebelum start up sudah sesibuk sekarang Juny Maimun atau yang sering dipanggil Acong sudah punya aspirasi untuk membangun start up sendiri. Pria asal Riau ini dikenal sebagai peretas jenius saat masih duduk di bangku kuliah. Dia berada di belakang pendirian indowebster yang merupakan platform hosting file multimedia.

Calvin Kizana

Jurusan ilmu komputer BINUS 1991 ini dikenal sebagai pendiri Picmix. Namanya adalah Calvin Kizana yang dulu juga bekerja sebagai pengembang sistem & web di sebuah perusahaan IT sebelum membangun start up sendiri. Picmix adalah aplikasi berbagi foto seluler yang telah digunakan oleh 20 juta orang di 22 negara.

Reply