Abbi Angkasa Perdana - 5 Perusahaan StartUP Yang Bangkrut Di Tengah Jalan

5 Perusahaan Start UP Yang Bangkrut Di Tengah Jalan

Bill Gates adalah orang yang dapat melihat perkembangan dunia ke depan, Bill Gates telah mengembangkan teknologi StartUp Cloud, Internet of Things (IoT), dan smartwatch sejak awal tahun 2000. Inovasi ini sangat sukses saat ini tetapi tidak dari Bill Gates. Terbukti Google masih menjadi raja teknologi cloud, Internet of Thing (IoT) adalah StartUp yang sangat baru sekarang, dan Apple masih memimpin dalam hal teknologi yang dapat dipakai seperti AppleWatch. Dunia teknologi bergerak sangat cepat, pihak yang memulai StartUp hari ini dapat dilupakan di masa depan jika ia tidak dapat menyamai kecepatan yang lain.

StartUp sendiri dapat diartikan sebagai perusahaan yang baru saja didirikan atau perusahaan yang baru didirikan dan sedang dalam tahap pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Sejak akhir 90-an dan awal 2000-an, kata StartUp telah banyak digunakan untuk semua yang berbau internet, web, teknologi, dan semua hal yang ada di lingkungan ini. Inilah beberapa Startup yang gagal

Gox

Mt.Gox berasal dari Tokyo dan pernah menjadi penguasa di ranah Bitcoin. StartUp ini mengonversi mata uang resmi dari seluruh dunia ke Bitcoin. Pada 2013 Mt. Gox mengendalikan 80% pangsa pasar dan menukar uang US $ 25 juta per hari dan itu sebelum Bitcoin menjadi tren. Februari 2014 adalah bulan terburuk bagi Mt.Gox karena sekelompok peretas mencuri US $ 460 juta dari StartUp yang menyebabkan mereka gulung tikar. Penghancuran Mt.Gox telah diprediksi oleh banyak orang. Ini disebabkan oleh kelemahan sistem yang mereka miliki. Acara ini juga menandai akhir dari kemuliaan Bitcoin.

Friendster

Menulis testimoni di dinding Friendster adalah sesuatu yang harus dilakukan beberapa tahun yang lalu sehingga ini bukan sekolah lama. Dalam masa kejayaannya, Friendster memiliki 115 juta pengguna terdaftar dan menerima tawaran akuisisi tinggi pada waktu itu dari Google yang dihargai US $ 30 juta. Friendster gagal membangun infrastruktur yang mampu mengimbangi jumlah pengguna dan lalu lintas yang mereka miliki. Pada saat itu Facebook muncul dengan wajah baru yang lebih cepat dan lebih dinamis di mana ini bisa menarik perhatian kaum muda.

Eachnet

Eachnet adalah situs lelang yang berasal dari Tiongkok. Memiliki pangsa pasar 90% dan diakuisisi oleh eBay dengan nilai $ 150 juta pada tahun 2003. Akuisisi ini memengaruhi persaingan dengan perusahaan lelang milik Jack Ma, Alibaba. Sejak persaingan dengan Alibaba, Eachnet yang dimiliki oleh eBay mulai ditinggalkan oleh komunitas Cina. Karena Alibaba dengan StartUp Taobao andalannya memiliki kemampuan yang lebih baik untuk memahami pasar lokal. Di China orang terbiasa membangun hubungan sebelum melakukan bisnis, dan pendekatan eBay adalah kebalikan dari itu.

Valadoo

Sekilas tentang StartUp dari Indonesia ini mirip dengan traveloka.com. Valadoo awalnya diciptakan untuk bisnis pariwisata yang sama dengan traveloka.com. Situs ini digunakan untuk melayani tur untuk paket liburan dan wisata di Indonesia. Sayangnya situs ini macet dengan berbagai masalah dan kerumitan proses marger, sehingga perusahaan ini harus ditutup pada 2014

bukuQ.com

Pada 2008 Indonesia memiliki StartUp bernama bukuQ.com. BukuQ.com diluncurkan oleh Fajar Endra Nusa. Situs ini memiliki latar belakang yang sama dengan goodreads.com yang berisi ulasan atau ulasan tentang buku dan tempat untuk berbagi buku favorit. Start up ini juga memenangkan Kontes Inovasi Nirkabel Indosat pada tahun 2009. Penutupan situs ini tidak diketahui pasti. BukuQ.com hanya menyatakan bahwa ada masalah internal yang harus ditutup.

Reply